Filipina Tetapkan Darurat Energi Nasional, Imbas Konflik Timur Tengah


Jakarta – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional akibat krisis bahan bakar minyak dan gas di tengah konflik Timur Tengah.

Dilansir dari CNN Indonesia, perang antara Iran melawan AS dan Israel serta penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pasar energi global dan rantai pasok, sehingga memicu lonjakan harga minyak di Filipina.

Sebagai langkah cepat, pemerintah Filipina menerapkan kebijakan penghematan energi, pemberian subsidi bahan bakar, serta berbagai inisiatif untuk menekan biaya transportasi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sebesar 83 dolar AS atau sekitar Rp1,4 juta kepada pengemudi ojek dan pekerja sektor transportasi guna meringankan beban ekonomi.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama