101 Penyandang Disabilitas di Aceh Utara Terima Alat Bantu Pascabencana

Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan CBM Global Disability Inclusion dan YAKKUM Emergency Unit (YEU) menyalurkan bantuan alat bantu kepada 101 penyandang disabilitas di Desa Glumpang Samlakoe, Kamis (7/5/2026).

Bantuan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh Utara sejak 8 Desember 2025 hingga 31 Mei 2026.

Alat bantu yang disalurkan meliputi kursi roda, tongkat adaptif, alat bantu jalan, alat bantu dengar, kacamata, serta perangkat mobilitas lainnya sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat. Selain penyaluran, kegiatan juga disertai edukasi penggunaan, perawatan, dan layanan keberlanjutan alat bantu kepada penyandang disabilitas serta kader kesehatan desa.

Kegiatan tersebut turut melibatkan pemerintah daerah, perangkat desa, relawan kemanusiaan, organisasi penyandang disabilitas, serta masyarakat setempat. Suasana haru terlihat saat para penerima manfaat menerima bantuan yang selama ini mereka butuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, pada 4 Mei 2026, CBM Global Disability Inclusion bersama YEU juga telah menyalurkan bantuan nontunai kepada 330 kepala keluarga terdampak bencana serta bantuan tambahan bagi 110 penyandang disabilitas di desa yang sama.

Secara keseluruhan, program respons kemanusiaan ini telah menjangkau 1.404 masyarakat melalui layanan kesehatan di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Baktiya, penyaluran bantuan nontunai kepada 1.298 kepala keluarga, bantuan tambahan bagi 281 penyandang disabilitas, serta distribusi alat bantu kepada 244 penyandang disabilitas di enam desa terdampak.

Mewakili BPBD Aceh Utara, Mulyadi mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam memastikan penanganan bencana yang inklusif.

“Kami mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, CBM-G, dan YEU dalam mendukung masyarakat terdampak, khususnya penyandang disabilitas. Pendekatan inklusif ini sangat penting agar pemulihan dirasakan semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Aceh Utara, Mansur, S.E. Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

“Dukungan alat bantu dan bantuan sosial yang tepat sasaran sangat penting agar mereka dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan produktif,” katanya.

Salah satu penerima manfaat, Chaulah (71), menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah sudah bisa beribadah dengan lancar, sangat terbantu, terima kasih bantuannya,” ujarnya.

Pihak YEU menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan pemulihan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan dengan melibatkan kelompok rentan dalam proses rehabilitasi.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan penyandang disabilitas di Aceh Utara dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri pascabencana.[am]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama