Opini - Keberangkatan jamaah haji selalu menjadi momen yang penuh haru bagi masyarakat Aceh. Pada Kamis, 14 Mei 2026, jamaah haji kloter 9 asal Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Aceh Jaya diberangkatkan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER milik [Garuda Indonesia] menuju Tanah Suci.
Suasana di sekitar bandara dipenuhi masyarakat dan keluarga jamaah yang datang untuk mengantar serta memberikan doa terbaik. Walaupun keluarga hanya dapat melihat dari luar area bandara, antusias dan rasa haru tetap terasa begitu kuat. Banyak di antara mereka rela berdiri berjam-jam hanya untuk menyaksikan detik-detik keberangkatan orang tua, saudara, maupun kerabat tercinta.
Momen ini menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual bagi jamaah, tetapi juga menjadi kebahagiaan bersama masyarakat. Tangis haru, lambaian tangan, dan doa yang dipanjatkan menjadi gambaran kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Aceh.
Di tengah keramaian tersebut, terlihat bagaimana masyarakat masih memiliki kepedulian dan rasa hormat yang tinggi terhadap para tamu Allah. Keberangkatan jamaah haji selalu dianggap sebagai perjalanan mulia yang membawa harapan agar para jamaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Ramainya masyarakat di luar bandara juga menjadi bukti bahwa tradisi mengantar jamaah haji masih sangat hidup di tengah masyarakat Aceh. Walaupun akses keluarga terbatas dan hanya dapat menyaksikan dari luar, semangat untuk memberikan dukungan moral tidak pernah berkurang.
Keberangkatan kloter 9 ini bukan sekadar perjalanan menuju Makkah, tetapi juga simbol persatuan doa dari masyarakat Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Aceh Jaya untuk para jamaah yang sedang menunaikan rukun Islam kelima.
Oleh:Syahrul Amin,S.Sos
