Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah dalam Kasus Chromebook, Hakim Pertimbangkan Kondisi Kesehatan

Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim.

Dikutip dari Trans TV Jabar, keputusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar pada Senin (11/5/2026).

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Purwanto S. Abdullah menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu dialihkan dari tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba menjadi tahanan rumah mulai 12 Mei 2026.

Majelis hakim menyebut kondisi kesehatan Nadiem Makarim menjadi pertimbangan utama dalam pengabulan permohonan tersebut. Selain itu, keterangan tim medis dari Rumah Sakit Abdi Waluyo juga menjadi dasar pertimbangan hakim.

Hakim menilai proses pemulihan pascaoperasi membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam minggu dan tidak dapat berjalan optimal apabila terdakwa tetap berada di dalam rutan.

“Selama menjalani tahanan rumah di kediamannya di Kebayoran Baru, Nadiem Makarim wajib mematuhi syarat ketat dari pengadilan, termasuk berada di rumah selama 24 jam penuh,” ujar majelis hakim.

Selain wajib berada di rumah, Nadiem juga diwajibkan melapor dua kali dalam sepekan kepada pihak berwenang.

Majelis hakim turut melarang Nadiem berkomunikasi dengan saksi maupun terdakwa lain yang terlibat dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook tersebut.

Tak hanya itu, pengadilan juga mewajibkan Nadiem bersedia dipasangi alat pemantau elektronik untuk memastikan keberadaannya tetap dapat diawasi oleh pihak kejaksaan.

“Jika terdakwa melanggar salah satu syarat, maka status penahanan akan dialihkan kembali ke rutan,” tegas hakim ketua.

Usai persidangan, Nadiem Makarim menyampaikan rasa syukur atas keputusan majelis hakim yang mengabulkan pengalihan status penahanannya.

“Terima kasih kepada majelis hakim yang telah menunjukkan sisi kemanusiaannya dengan memberi izin saya menjalani operasi medis dan kembali ke lingkungan yang steril,” ujar Nadiem.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama