Dari Pusong ke UI, Agustiar Bawa Semangat Membangun Gampong


Lhokseumawe – Penjabat (Pj) Keuchik Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Agustiar, menorehkan prestasi membanggakan dengan mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) di Kampus UI, Depok.

Program berskala nasional tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas kepala desa dan keuchik dari seluruh Indonesia dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang inovatif, profesional, transparan, dan berkelanjutan. Tahun 2026, sebanyak 868 kepala desa mengikuti program ini yang dibagi dalam dua angkatan, dengan peserta dipilih berdasarkan inovasi, praktik baik, serta kinerja pemerintahan desa yang dinilai layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Keikutsertaan Agustiar menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Lhokseumawe. Di tengah berbagai tantangan pembangunan gampong, kesempatan belajar langsung di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh materi mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan, transformasi digital, inovasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi desa, hingga strategi membangun desa yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, para peserta juga berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan kepala desa dari berbagai provinsi sehingga memperluas wawasan serta jaringan kerja sama antardaerah.

Agustiar menilai program ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap keuchik untuk meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin di tingkat gampong. Menurutnya, desa tidak lagi hanya dituntut menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tersebut diharapkan dapat diterapkan di Gampong Pusong melalui berbagai inovasi pelayanan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Program Kepala Desa Masuk Kampus juga menjadi bukti bahwa pemerintah pusat terus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin desa yang memiliki kapasitas akademik, kemampuan manajerial, serta visi pembangunan yang lebih maju. Kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan desa diharapkan mampu menciptakan desa-desa yang lebih mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Keikutsertaan Pj Keuchik Gampong Pusong ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para keuchik lainnya di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe, agar terus meningkatkan kualitas diri, membuka ruang belajar, serta menghadirkan berbagai terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat. Seorang keuchik tidak hanya dituntut menjadi pemimpin administratif, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membawa gampong berkembang lebih maju melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi.[wir]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama