HMI Komisariat Pertanian Unimal Bedah Konstitusi HMI, Soroti Pelanggaran AD/ART oleh Kader

Lhokseumawe – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar dialog publik bertajuk "Konstitusi HMI: Maju atau Buntu di Tengah Perubahan Zaman?" di Lhokseumawe, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi kritis untuk mengkaji arah gerak organisasi sekaligus menyoroti berbagai persoalan internal, terutama dugaan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI yang dinilai masih kerap terjadi di berbagai tingkatan organisasi.

Dalam dialog tersebut, peserta menilai konstitusi HMI seharusnya menjadi pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi. Namun, dalam praktiknya, aturan organisasi dinilai kerap diabaikan demi kepentingan politik praktis maupun kepentingan kelompok tertentu.

Sejumlah peserta menyampaikan bahwa pelanggaran terhadap AD/ART tidak lagi dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan telah menjadi persoalan serius yang berpotensi memengaruhi kualitas kaderisasi dan arah perjuangan organisasi.

"Konstitusi bukan sekadar dokumen yang dibaca saat kongres atau konferensi, tetapi merupakan ruh organisasi yang menjadi pedoman moral setiap kader. Ketika aturan organisasi dilanggar secara sadar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya tata kelola organisasi, tetapi juga integritas kader di hadapan masyarakat," ungkap salah seorang pengurus dalam forum tersebut.

Melalui kegiatan ini, HMI Komisariat Pertanian Unimal menegaskan bahwa dialog publik bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mendorong penguatan budaya organisasi yang berlandaskan konstitusi.

Forum tersebut juga mendorong seluruh jenjang kepengurusan HMI, mulai dari komisariat, cabang, badan koordinasi hingga pengurus besar, agar menjadikan AD/ART sebagai landasan dalam setiap proses pengambilan kebijakan serta menegakkan mekanisme organisasi secara konsisten.

Selain itu, peserta diskusi menilai budaya yang lebih mengedepankan loyalitas kepada senior maupun kelompok tertentu dibandingkan kepatuhan terhadap konstitusi organisasi menjadi salah satu tantangan yang perlu dibenahi.

Menurut mereka, perbaikan organisasi tidak cukup hanya melalui penyempurnaan aturan, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan moralitas, integritas, dan kesadaran setiap kader untuk menjalankan nilai-nilai organisasi secara konsisten.

"Kami mengajak seluruh kader HMI agar menjunjung tinggi AD/ART serta nilai-nilai demokrasi organisasi. Jangan sampai konstitusi hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan. HMI dibangun di atas tradisi intelektual dan budaya yang terbuka terhadap kritik," tutupnya. [*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama