Ketua Satgas PPKPT UMMAH Dr. Alfiandi Zikra Ajak Mahasiswa Baru Bersinergi Ciptakan Ekosistem Kampus Aman

 


BIREUEN - Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) sukses menggelar rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf (MASTA) dan Baitul Arqam Angkatan ke-V Tahun Akademik 2026/2027. Mengawali langkah mahasiswa baru di Kampus Induk Bireuen.


Kegiatan pengenalan lingkungan akademik ini berlangsung khidmat sejak tanggal 14 hingga 15 September 2026. Salah satu agenda penting dalam orientasi ini adalah pembekalan materi yang menghadirkan pakar dan akademisi internal kampus. 


Salah satu agenda penting dalam orientasi ini adalah pembekalan materi hukum dan etika akademik yang menghadirkan Dosen Hukum UMMAH Bireuen sekaligus Ketua Satgas PPKPT UMMAH, Dr. Alfiandi Zikra, MH, sebagai narasumber utama di hadapan ratusan mahasiswa baru.


"Kegiatan ini untuk memberikan wawasan hukum, etika, dan nilai-nilai kemahasiswaan kepada ratusan mahasiswa baru yang hadir" jelas Dr. Alfiandi Zikra, MH.


"Kegiatan ini merupakan gerbang awal untuk mengenalkan tradisi akademik sekaligus menyuntikkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Kami berharap mahasiswa baru tidak hanya berfokus pada nilai indeks prestasi akademik, melainkan aktif membangun integritas, kepedulian sosial, dan hukum di tengah masyarakat," ujarnya.


Dalam sesinya, Dr. Alfiandi Zikra, MH membekali para mahasiswa baru dengan materi penting mengenai penguatan karakter berbasis hukum serta kesadaran normatif di lingkungan kampus. 


Kehadiran akademisi hukum ini dirancang untuk membentuk pola pikir kritis mahasiswa baru agar mampu menjaga ketertiban, menghindari pelanggaran hukum modern seperti judi online, radikalisme, dan penyalahgunaan siber yang saat ini marak menyasar generasi muda.


Dalam pemaparannya, Dr. Alfiandi Zikra, MH secara spesifik membedah urgensi implementasi Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. 


Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan baik kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), hingga kekerasan seksual.


"Amanah menjaga marwah kampus adalah tanggung jawab kolaboratif. Kami di Satgas PPKPT UMMAH tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi memperkuat aspek pencegahan dini melalui edukasi masif" ujarnya.


Dikatakan, mahasiswa baru harus tahu bahwa UMMAH menyediakan ruang pengaduan yang aman, rahasia, dan berpihak pada keadilan. 


"Jangan pernah takut atau terintimidasi untuk bersuara demi kebenaran," tegas alumnus S3 Hukum Islam UINSU tersebut.


Selain regulasi kampus, Dr. Alfiandi juga mengulas materi kesadaran normatif untuk membentengi mahasiswa dari ancaman hukum modern di era digital.


Ia mengingatkan mahasiswa baru agar bijak bersosial media serta menjauhi segala bentuk tindak pidana siber, seperti judi online (judol), penipuan digital (phishing), penyebaran berita bohong (hoaks), dan bahaya radikalisme. 


Pembekalan hukum ini berjalan selaras dengan pemaparan dari Kapolres Bireuen dan Dandim 0111/Bireuen yang turut hadir memberikan wawasan kebangsaan pada hari yang sama. (Fohan Muzakir)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama