Fadia Arafiq Ungkap Detik-detik Ditangkap KPK, Klaim Tidak Ada Transaksi Uang



Jakarta – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mengungkapkan detik-detik saat dirinya diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menyebut saat penangkapan tersebut tidak terjadi transaksi uang seperti yang kerap terjadi dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dilansir dari SINDOnews, Fadia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang berada di luar rumah pada malam hari bersama anaknya.

“Waktu itu sekitar tengah malam. Saya sedang mengisi daya mobil listrik bersama anak saya, tiba-tiba petugas KPK datang,” ujarnya seperti dikutip dari SINDOnews.

Fadia mengatakan, saat penangkapan tersebut tidak ada aktivitas transaksi uang sebagaimana yang sering diasosiasikan dengan OTT oleh KPK. Ia merasa perlu menjelaskan hal itu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, terutama di lingkungan keluarga.

Menurutnya, operasi tangkap tangan biasanya identik dengan seseorang yang tertangkap saat memberi atau menerima uang secara langsung. Namun dalam peristiwa yang dialaminya, ia menegaskan tidak ada transaksi yang terjadi saat petugas datang menjemputnya.

Meski demikian, KPK tetap melakukan proses hukum terhadap kasus yang menjeratnya. Fadia kemudian ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi yang berhubungan dengan pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

KPK menyatakan masih terus mendalami perkara tersebut dengan memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui alur kasus tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kepala daerah yang masih aktif menjabat. Proses hukum selanjutnya akan menentukan sejauh mana keterlibatan pihak-pihak yang terkait dalam dugaan korupsi tersebut.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama