Konflik Terusan Panama Memanas, AS dan China Terlibat Ketegangan Maritim Global

Los Angeles – Perebutan kendali atas jalur strategis Terusan Panama kian memanas dan memicu eskalasi konflik maritim berskala global.

Komisi Maritim Federal Amerika Serikat atau Federal Maritime Commission (FMC) menyatakan tengah memantau ketat lonjakan signifikan penahanan kapal berbendera Panama oleh otoritas China. Langkah tersebut dinilai sebagai respons langsung atas keputusan Mahkamah Agung Panama yang membatalkan konsesi pelabuhan milik CK Hutchison.

Putusan yang keluar pada akhir Januari itu mencabut hak operasi CK Hutchison atas terminal Balboa dan Cristobal di Terusan Panama, jalur vital yang menopang sekitar 5 persen perdagangan maritim dunia. Keputusan tersebut disebut tidak lepas dari tekanan Amerika Serikat dalam upaya membatasi pengaruh China di kawasan strategis tersebut.

Menyusul kebijakan itu, pemerintah Panama menunjuk dua operator baru sebagai pengelola sementara pelabuhan, yakni APM Terminals dan Terminal Investment Limited, dengan kontrak berdurasi 18 bulan.

Ketua FMC, Laura DiBella, mengungkapkan bahwa jumlah kapal berbendera Panama yang ditahan China telah melonjak jauh di atas batas normal. Berdasarkan laporan Lloyd's List Intelligence, hampir 70 kapal telah ditahan sejak 8 Maret 2026.

“Inspeksi intensif ini tampaknya ditujukan untuk menghukum Panama setelah pengalihan aset pelabuhan milik Hutchison,” ujar DiBella dalam pernyataan resminya.

Ia menegaskan, tindakan tersebut berpotensi berdampak besar terhadap perdagangan Amerika Serikat, mengingat kapal berbendera Panama memainkan peran penting dalam distribusi peti kemas global.

Di sisi lain, Kementerian Transportasi China dilaporkan telah memanggil perwakilan operator pelabuhan baru ke Beijing untuk melakukan perundingan tingkat tinggi.

Sementara itu, CK Hutchison merespons keras dengan menuding pemerintah Panama melakukan penyitaan aset secara ilegal. Perusahaan tersebut kini mengajukan gugatan arbitrase internasional dengan nilai klaim lebih dari US$2 miliar.

Situasi geopolitik yang kian kompleks ini juga mengganggu rencana CK Hutchison untuk menjual mayoritas saham bisnis pelabuhan globalnya senilai US$23 miliar kepada konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock bersama Mediterranean Shipping Company.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama