Jakarta – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, tiba-tiba muncul melalui pesan tertulis yang ditujukan kepada Irak di tengah eskalasi konflik kawasan.
Dalam pesan yang dirilis pada Minggu (30/3/2026), Mojtaba menyampaikan apresiasi kepada otoritas keagamaan dan rakyat Irak atas dukungan mereka terhadap Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada ulama terkemuka Irak, termasuk Ali Sistani, atas sikap tegas menentang agresi terhadap Iran.
Pesan tersebut muncul setelah pertemuan antara Dewan Tertinggi Islam Irak dan duta besar Iran di Baghdad, meski tidak dijelaskan secara rinci bagaimana pesan itu disampaikan.
Sejak ditunjuk menggantikan Ali Khamenei, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik dan hanya menyampaikan pernyataan melalui pesan tertulis.
Kondisi ini memicu spekulasi terkait keberadaan dan kesehatannya, terutama setelah muncul laporan bahwa ia mengalami luka dalam serangan udara pada awal konflik.
Mojtaba Khamenei sendiri merupakan pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam Iran 1979 dan dikenal memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).[*]
