Lhokseumawe – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar Festival Pendidikan bertema “From Nusantara to The World: Koneksi Global, Warisan Lokal” yang berlangsung pada 14–16 April 2026 di Kampus Bukit Indah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik pembelajaran mata kuliah Event Organizer yang biasanya dilaksanakan pada akhir semester ganjil. Namun, akibat musibah banjir, pelaksanaan festival tersebut baru dapat digelar pada awal semester genap.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Awaludin Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sejalan dengan visi program studi, yakni menjadi unggul di tingkat global dengan berbasis pada potensi lokal.
Ia menekankan bahwa salah satu tantangan utama mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas global adalah kemampuan berbahasa Inggris. Untuk itu, program studi terus mendorong peningkatan kompetensi tersebut melalui penyediaan mata kuliah pendukung serta penciptaan lingkungan akademik yang kondusif.
“Penguatan kemampuan bahasa Inggris menjadi langkah strategis agar mahasiswa mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, Subhani, mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut. Ia berharap setiap kegiatan mahasiswa dapat berorientasi pada peningkatan kompetensi sekaligus mendorong daya saing dalam berbagai ajang kompetisi, baik nasional maupun internasional.
Menurutnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi selama ini telah berkontribusi terhadap berbagai capaian prestasi yang membanggakan. Capaian tersebut tidak hanya berdampak bagi institusi, tetapi juga menjadi bekal penting dalam membangun portofolio mahasiswa.
“Prestasi yang diraih mahasiswa merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan mereka menghadapi persaingan di dunia kerja dan masyarakat luas,” katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Teuku Zulkarnaen, turut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan menghargai nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi.
Menurutnya, warisan budaya lokal harus menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan global. Ia juga menyoroti pentingnya peran dosen dalam membimbing mahasiswa agar memiliki arah dan kesiapan menghadapi masa depan.
“Mahasiswa perlu mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan wawasan global agar tetap kompetitif tanpa kehilangan identitas,” pungkasnya.[*]
