Aceh Utara – Masalah jaringan internet dan telepon di Desa Sido Muliyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini belum menemukan solusi. Warga mengeluhkan sinyal yang sangat lemah bahkan kerap hilang total, sehingga mengganggu aktivitas komunikasi sehari-hari.
Untuk bisa menelepon atau mengakses internet, warga terpaksa mencari titik tertentu hingga memanjat pohon demi mendapatkan sinyal. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terutama dalam urusan pekerjaan dan komunikasi keluarga.
“Kalau mau telepon atau kirim pesan penting, kadang harus naik ke tempat tinggi dulu baru ada jaringan,” ujar salah satu warga.
Geuchik Sido Muliyo, Syafruddin, membenarkan keluhan tersebut. Ia mengatakan, buruknya jaringan internet di desanya tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga menghambat jalannya pemerintahan gampong.
“Koordinasi dengan pihak kecamatan sering terkendala jaringan. Padahal ada hal penting yang harus segera disampaikan. Ini tentu mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat,” katanya, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, jaringan internet yang tidak memadai juga berdampak pada sektor pendidikan. Sekolah-sekolah di Desa Sido Muliyo membutuhkan akses internet yang stabil untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di era digital.
Camat Kuta Makmur, Hanifza Putra, S.STP., M.Si., mengakui persoalan jaringan internet di wilayah tersebut. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah, khususnya untuk pembangunan infrastruktur jaringan. Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, lemahnya jaringan juga berdampak pada lambatnya koordinasi antara pemerintah desa dan kecamatan, terutama dalam pelayanan publik yang membutuhkan komunikasi cepat.
Warga dan pemerintah desa berharap Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Utara segera membangun menara pemancar (tower) di wilayah tersebut sebagai solusi jangka panjang.
“Harapan kami sederhana, ada jaringan yang layak agar masyarakat tidak lagi kesulitan berkomunikasi,” tutup Syafruddin.
Hingga kini, warga Sido Muliyo masih menunggu langkah nyata dari pemerintah agar persoalan jaringan internet di Aceh Utara, khususnya di Kecamatan Kuta Makmur, segera teratasi.[wir]

