Mahasiswa dan Pelajar Tanam 600 Pohon di Bantaran Sungai Matangkuli untuk Cegah Erosi

Aceh Utara — Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) melaksanakan aksi revegetasi dan agroforestri riparian di bantaran Sungai Gampong Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa) melalui program Dana Nusantara (DANUS), serta melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka SMAN 1 Matangkuli sebagai panitia lokal.

Aksi penghijauan tersebut juga dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Bappeda, DLHK, Disbunaskewan, Disporapar, Muspika Kecamatan Matangkuli (Camat, Kapolsek, Danramil), Imum Mukim, Geuchik Parang Sikureung, serta petani sekitar bantaran sungai.

Ketua LIMA Matangkuli, Mufaddhal, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, tetapi bentuk kepedulian jangka panjang terhadap lingkungan.

“Ini investasi sosial dan ekologis. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan kualitas lingkungan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Geuchik Parang Sikureung, Jumadi, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan pelajar dalam menjaga ekosistem sungai. Menurutnya, kegiatan ini juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 600 batang pohon ditanam di bantaran sungai, terdiri dari bambu, aren, serta tanaman produktif seperti mangga dan durian.

“Tanaman ini tidak hanya berfungsi ekologis untuk mencegah erosi dan abrasi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Jumadi.

Kegiatan ini ditandai dengan seremoni penanaman bersama sebagai simbol dimulainya program revegetasi dan agroforestri riparian di kawasan Sungai Parang Sikureung, Matangkuli.[Rzl]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama