Aceh Utara – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara menyebabkan kerugian besar di sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Pangan setempat mencatat kerugian mencapai Rp112,8 miliar akibat rusaknya lahan persawahan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, menyebutkan total sawah terdampak mencapai 14.509 hektare. Dari jumlah tersebut, 12.537 hektare dinyatakan puso atau gagal panen, sementara sekitar 1.972 hektare masih berpeluang diselamatkan.
Ribuan hektare sawah kini tertutup lumpur tebal sehingga padi membusuk dan tidak dapat dipanen. Kondisi ini membuat petani kehilangan hasil panen sekaligus modal tanam.
Pemerintah daerah berharap dukungan Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian, terutama untuk normalisasi dan pengerukan lumpur sawah agar petani bisa kembali menanam. Jika tidak segera ditangani, kegagalan panen ini dikhawatirkan berdampak pada ekonomi warga dan kenaikan harga beras di Aceh Utara.[*]
