Banda Aceh – Banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Aceh akhir November lalu menyebabkan kerugian besar di sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mencatat lahan sawah terdampak mencapai 89.582 hektare, dengan estimasi kerugian sementara menembus Rp1,16 triliun.
Kepala Distanbun Aceh, Cut Huzaimah, menyebutkan dari total lahan terdampak, sekitar 27.065 hektare tidak dapat ditanami kembali karena tertutup lumpur tebal hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut menyebabkan tanaman padi mengalami puso dan tidak bisa diselamatkan.
Selain padi, banjir juga merusak komoditas jagung seluas 767 hektare, hortikultura 1.009 hektare, serta perkebunan kakao, kelapa, dan kopi mencapai 13.023 hektare. Data kerugian ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan.[*]
