Aceh Timur - Derita masyarakat Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, akibat banjir besar belum juga usai. Rumah-rumah masih terendam dengan lumpur, akses jalan rusak dan tertimbun lumpur, dan sebagian warga terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat yang mulai sakit sakitan tanpa obat obatan dan tenaga medis, Namun di tengah situasi sulit ini, solidaritas dari berbagai pihak kembali hadir sebagai harapan bagi ratusan pengungsi yang bertahan dalam kondisi penuh keterbatasan.
Sejak pagi, satu per satu kendaraan membawa bantuan memasuki halaman dapur umum Pante Rambong. Relawan yang letih namun tetap semangat menyambut kedatangan para dermawan yang datang bukan sekadar membawa logistik, tetapi juga membawa kepedulian, empati, dan semangat untuk memperjuangkan keberlangsungan hidup warga.
Tokoh masyarakat Aceh Timur, Haji Sulaiman alias Haji Tole, menjadi salah satu sosok yang terus bergerak tanpa henti sejak musibah ini terjadi. Hari ini, ia kembali hadir membawa berbagai kebutuhan mendesak untuk dapur umum, mulai dari beras, indomie, telur ayam, minyak goreng, hingga air mineral.
"Ketika saudara-saudara kita ditimpa musibah seperti ini, kita tidak boleh menunggu. Kita harus hadir, karena penderitaan mereka adalah panggilan bagi hati kita, ujar Haji Tole, yang terlihat turun langsung membantu relawan menurunkan bantuan dari kendaraan.
Kedatangan Haji Tole menjadi suntikan semangat bagi masyarakat, terlebih karena ia dikenal sebagai sosok yang selalu berada di garda terdepan dalam membantu warga kurang mampu di Aceh Timur.
Bantuan lain juga datang dari Baznas Aceh Timur (Baitul Mal) yang kembali menyalurkan logistik tambahan untuk memperkuat stok dapur umum. Di tengah jumlah pengungsi yang terus bertambah, bantuan Baznas menjadi salah satu tulang punggung keberlanjutan penyediaan makanan setiap hari.
"Dapur umum ini harus tetap hidup, karena inilah satu-satunya sumber makanan untuk ratusan pengungsi. Semoga bantuan ini meringankan beban masyarakat, ujar perwakilan Baznas.
Sementara itu, dari arah yang berbeda, sebuah mobil tangki memasuki perkampungan Pante Rambong. Mereka adalah tim dari Pabrik Kelapa Sawit Bugak Palma Sejahtera, yang membawa air bersih untuk masyarakat. Lumpur yang masih menggenang dan jaringan air yang terganggu pascabanjir membuat air bersih menjadi kebutuhan paling vital.
Syahrial Humas PKS Bugak Palma Sejahtera menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat sekitar. "Air adalah kehidupan. Tanpa air bersih, warga akan semakin terpuruk. Kami berharap ini bisa membantu dapur umum dan masyarakat yang masih bertahan di pengungsian, ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Tidak hanya dari daratan, kepedulian luar biasa juga datang dari komunitas pesisir. Para nelayan Idi Cut, yang setiap hari menggantungkan hidup dari laut, menunjukkan empati mendalam kepada saudara mereka di Pante Rambong. Mereka mengumpulkan bantuan secara swadaya, lalu menyalurkannya melalui Panglima Laot Idi Cut, sosok yang selama ini menjadi pemimpin adat laut.
Kedatangan Panglima Laot Idi Cut dengan membawa bantuan menjadi momen haru di dapur umum. Para relawan menghentikan sejenak aktivitas mereka untuk menyambut bantuan dari para nelayan.
"Ini adalah bentuk solidaritas dari masyarakat pesisir kepada masyarakat daratan. Saudara kita sedang susah, maka kita wajib membantu, ujar Panglima Laot Idi Cut dengan nada tulus.
Bantuan dari nelayan Idi Cut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa masyarakat Aceh, dari laut hingga daratan, selalu bersatu ketika musibah menimpa salah satu wilayah.
Para relawan dapur umum Gampong Pante Rambong mengaku sangat bersyukur atas berbagai bantuan yang berdatangan. Mereka mengatakan bahwa tanpa dukungan dari para dermawan, mustahil dapur umum bisa terus beroperasi setiap hari di tengah situasi darurat seperti sekarang.
"Kami lelah, tapi bantuan seperti ini membuat kami kuat kembali. Kami merasa tidak sendirian, ujar Ridwan koordinator dapur umum Gampong Pante Rambong.
Situasi di Pante Rambong memang belum sepenuhnya membaik. Banyak warga masih kehilangan tempat tinggal, anak-anak mulai terserang penyakit pascabanjir, dan ibu-ibu mengaku bingung harus mengajak keluarga mereka bertahan sampai kapan. Namun hari ini, kehadiran para dermawan membawa harapan baru bagi mereka.
Arus bantuan dari Haji Sulaiman, Baznas, PKS Bugak Palma Sejahtera, serta nelayan Idi Cut melalui Panglima Laot menjadi bukti bahwa kepedulian sosial bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata yang hadir tepat saat masyarakat paling membutuhkannya.
Tak hanya dari tokoh dan lembaga masyarakat, dukungan juga datang dari generasi muda. Pramuka Aceh Timur turun ke lapangan dengan membawa bantuan logistik sekaligus tenaga relawan. Mereka terlihat ikut membantu menurunkan barang, menata makanan, hingga membersihkan area dapur umum.
"Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga tenaga dan semangat. Ini adalah tugas kemanusiaan yang harus kami jalankan, kata Khairul ketua Pramuka Aceh Timur yang ikut dalam rombongan.
Para relawan dapur umum menyampaikan bahwa kedatangan Pramuka memberi tambahan energi baru bagi mereka yang sudah mulai kelelahan. Kehadiran generasi muda di lapangan juga menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap sesama tetap tumbuh subur di Aceh Timur.
Di tengah arus bantuan yang terus berdatangan, Camat Pante Bidari, Darkasyi, SE, memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh pihak yang telah ikut membantu warganya. Ia menyebut bahwa musibah banjir ini adalah ujian berat, namun solidaritas yang ditunjukkan berbagai pihak telah menjadi penguat bagi masyarakat.
"Atas nama pemerintah Kecamatan Pante Bidari, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Haji Sulaiman, Baznas, PKS Bugak Palma Sejahtera, para nelayan Idi Cut melalui Panglima Laot, serta Pramuka Aceh Timur. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi bukti bahwa kita tidak berjalan sendiri dalam menghadapi musibah, ujar Darkasyi.
Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan terus memantau kondisi di Pante Rambong dan berupaya memastikan setiap bantuan tersalurkan secara merata.
Meskipun tantangan pascabanjir belum sepenuhnya teratasi dengan rumah yang rusak, penyakit yang mulai muncul, serta keterbatasan fasilitas pengungsian hari ini kembali menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar masyarakat Aceh.
Semoga bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan, mengurangi beban masyarakat, dan menjadi energi positif bagi warga Pante Rambong yang sedang berjuang bangkit dari bencana banjir besar yang mengguncang kehidupan mereka.[ZAS]
