Dewantara Masih dalam Pemulihan, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang



Aceh Utara
– Kecamatan Dewantara hingga kini masih berada dalam fase pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hingga Senin (08/12/2025), tercatat sebanyak 23 posko pengungsian aktif yang tersebar di sejumlah titik, di antaranya Keude Krueng Geukueh, Ulee Pulo, Tambon Baroh, Bluka Teubai, dan Geulumpang Sulu.

Data sementara menyebutkan, lebih dari 10.000 warga terdampak, dengan 2.880 orang di antaranya masih bertahan di pos-pos pengungsian. Sejumlah desa masih berada dalam kondisi parah akibat genangan dan material banjir. Ribuan rumah dilaporkan rusak, sementara akses jalan di beberapa titik terputus sehingga menyulitkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Korban Jiwa dan Kerusakan

Bencana banjir bandang ini juga menelan korban jiwa. Tercatat tujuh orang meninggal dunia, termasuk Fahri Akbar (17), seorang pelajar asal Desa Lancang Barat.

Selain itu, berdasarkan data BPBD Aceh Utara, tercatat:

  • 3.970 rumah rusak berat
  • 12.685 rumah rusak sedang
  • 15.890 rumah rusak ringan

Infrastruktur turut terdampak, termasuk akses jalan dan jalur rel kereta api. Listrik dan jaringan internet di beberapa wilayah belum sepenuhnya pulih. Kenaikan harga bahan makanan juga mulai dirasakan warga. Bahkan, masih terdapat warga di daerah terpencil yang belum menerima bantuan secara merata.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Polres Lhokseumawe bersama Polsek Dewantara terus melakukan monitoring dan koordinasi intensif di lapangan. Tim SAR, relawan, serta unsur terkait masih melakukan evakuasi, penyaluran bantuan, dan pembukaan akses menuju wilayah yang terisolasi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat proses penanganan bencana. Bantuan logistik seperti sembako, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya terus disalurkan, meski di sejumlah posko ketersediaan kebutuhan pokok masih terbatas.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta segera melapor ke posko terdekat apabila membutuhkan bantuan tambahan. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.[SB]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama