Aceh Utara – Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Jirwani, yang akrab disapa Nek Jir, mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria untuk segera mencopot Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyusul krisis kelistrikan berkepanjangan yang melanda Aceh.
Desakan tersebut disampaikan akibat padamnya listrik di berbagai wilayah Aceh yang telah berlangsung hampir setengah bulan. Ironisnya, pemadaman terjadi bahkan sebelum bencana banjir dan longsor melanda 18 kabupaten/kota dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Jirwani, kondisi ini mencerminkan kegagalan serius manajemen PLN dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, terlebih di tengah situasi darurat bencana yang membutuhkan pasokan listrik stabil.
“Sudah hampir setengah bulan masyarakat Aceh hidup tanpa listrik yang normal. Ironisnya, pemadaman ini sudah terjadi bahkan sebelum banjir dan longsor,” tegas Jirwani.
Ia mengungkapkan bahwa PLN sebelumnya menjanjikan pemulihan pasokan listrik pada 5 Desember 2025, namun tidak terealisasi. Selanjutnya, PLN kembali menjanjikan listrik menyala normal pada 14 Desember 2025, namun hingga kini janji tersebut juga belum terpenuhi.
“Jika sampai hari ini listrik masih belum normal, itu bukti nyata ketidakmampuan manajemen. Saya minta Menteri BUMN mencopot Dirut PLN Aceh serta melakukan evaluasi total terhadap pimpinan PLN di Aceh,” tegasnya.
Jirwani menilai kelambanan PLN sangat merugikan masyarakat, terutama di tengah bencana alam, karena listrik merupakan kebutuhan vital bagi rumah tangga, layanan kesehatan, komunikasi, hingga penanganan darurat.
“Negara tidak boleh lamban. Jangan biarkan rakyat Aceh terus menderita akibat buruknya tata kelola dan kegagalan pelayanan,” pungkasnya.[*]
.jpg)