SDN 5 Kuta Makmur Aceh Utara Terbakar, Kerugian Rp650 Juta


Aceh Utara – Kebakaran hebat menghanguskan bangunan SD Negeri 5 Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Sedikitnya tiga ruang kelas, kantor guru, ruang kepala sekolah, serta ruang perpustakaan ludes terbakar. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp650 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala Sekolah SD Negeri 5 Kuta Makmur, M. Yusuf, S.Pd., mengatakan kebakaran terjadi di luar jam belajar sehingga seluruh siswa telah meninggalkan sekolah.

“Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban karena sudah di luar jam sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, api pertama kali terlihat muncul dari ruang kantor sekolah. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, pihak sekolah bersama warga setempat, anggota Polsek Kuta Makmur, dan personel Koramil Kuta Makmur sempat melakukan upaya pemadaman awal.

Bangunan yang terdampak kebakaran meliputi tiga ruang kelas, kantor guru, ruang kepala sekolah, dan ruang perpustakaan. Sejumlah aset sekolah ikut hangus terbakar, di antaranya 17 unit laptop, 7 unit infokus, 2 unit speaker, 2 unit printer, 2 unit CPU, perangkat WiFi, CCTV, 6 unit kipas angin, lemari, papan tulis, serta berbagai peralatan kantor lainnya.

Proses Belajar Dialihkan Sementara

Untuk menjaga kelangsungan pendidikan, pihak sekolah mengambil kebijakan mengalihkan sementara proses belajar mengajar pada pagi dan sore hari bagi 165 siswa, dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak digunakan hingga proses rehabilitasi rampung.

M. Yusuf menyebutkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah buku mata pelajaran yang ikut terbakar.

“Kami sangat berharap adanya bantuan rehabilitasi gedung serta penyediaan sarana pembelajaran agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu,” katanya.

Enam Armada Dikerahkan, Api Padam Dua Jam

Sementara itu, anggota Satgas SAR Aceh, Zulfan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.35 WIB. Tim pemadam kebakaran dari Kota Lhokseumawe tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, disusul tim Damkar Aceh Utara.

Sebanyak enam unit armada dikerahkan, terdiri dari tiga unit Damkar Lhokseumawe, dua unit Damkar Aceh Utara (Landeng), dan satu unit SAR Lhokseumawe. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam hingga dilakukan pendinginan.

“Saat kami tiba, api sudah sangat besar. Proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena harus dilakukan pendinginan,” ujar Zulfan.

Ia menambahkan, akses jalan menuju lokasi yang sempit menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan melalui Kapolsek Kuta Makmur AKP Agus Sadek mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

“Indikasi awal mengarah pada korsleting listrik. Saat ini belum ditemukan unsur kelalaian, namun penyelidikan masih terus berjalan,” jelasnya.

Pihak kepolisian akan memintai keterangan dari saksi mata dan kepala sekolah. Hasil resmi penyelidikan akan disampaikan melalui Humas Polres Lhokseumawe. [EQ]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama