DPRK Aceh Utara Desak Fogging Pengungsian, Ancaman Malaria Mengintai Pasca Banjir



Aceh Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Kesehatan, segera melakukan fogging di lokasi pengungsian dan kawasan permukiman warga pascabanjir.

Desakan ini disampaikan Anggota DPRK Aceh Utara, Abuzar, ST, menyusul meningkatnya populasi nyamuk di sejumlah tempat pengungsian, gampong, dan fasilitas umum. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu merebaknya penyakit menular, terutama malaria.

“Pasca banjir, hampir seluruh lokasi pengungsian dipenuhi nyamuk. Jika tidak segera ditangani, ini bisa memicu munculnya penyakit seperti malaria dan penyakit berbasis lingkungan lainnya,” ujar Abuzar, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, langkah fogging harus segera dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang masih bertahan di pengungsian.

Abuzar juga meminta Dinas Kesehatan agar tidak menunggu adanya laporan kasus penyakit, melainkan bergerak cepat dengan tindakan preventif. Ia menilai upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah warga jatuh sakit.

“Pemerintah harus hadir sebelum ada korban. Fogging dan penyuluhan kesehatan harus menjadi prioritas dalam penanganan pascabanjir,” tegasnya.

Selain fogging, ia mendorong pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, layanan kesehatan keliling, serta edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit akibat lingkungan pascabanjir. Karena setiap kunjungan saya menerima Laporan dari masyarakat, meningkatnya nyamuk ditempat-tempat pengungsian dan fasilitas Umum sangat banyak. Selain Itu Politisi muda tersebut juga mengucapkan Rasa Terima kasih dan kerja Nyata kepada Dinas Kesehatan yang telah melayani Masyarakat dan tenaga Sukarela dari Tenaga Kesehatan.[am]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama