Aceh Utara – Sebanyak lebih dari 1.600 KK di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, terpaksa hidup dalam keterbatasan akibat rusaknya jembatan penghubung antar-gampong. Kondisi ini membuat akses transportasi lumpuh dan memaksa warga menyeberangi sungai menggunakan perahu.
Anggota DPRK Aceh Utara, Abuzar,ST menegaskan pemerintah daerah harus segera membangun jembatan darurat atau alternatif sebagai solusi cepat bagi masyarakat terdampak.
Jembatan yang rusak tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan empat gampong, yakni Kubu, Blang Cut, Lhok Cut, dan Gunci. Kerusakan parah membuat jembatan tidak lagi dapat difungsikan secara normal.
“Ini bukan persoalan sepele. Lebih dari 1.600 KK bergantung pada akses ini. Pemerintah tidak boleh menunggu terlalu lama,” kata Abuzar, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, warga yang menggunakan kendaraan roda dua saat ini harus menyeberang sungai dengan boat kecil atau perahu, sebuah kondisi yang sangat berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
“Keselamatan warga dipertaruhkan setiap hari. Jika dibiarkan, ini bisa berujung pada korban jiwa,” tegasnya.
Abuzar menilai lambannya penanganan mencerminkan lemahnya respons pemerintah terhadap persoalan infrastruktur dasar di pedesaan. Ia mendesak dinas terkait segera turun ke lapangan dan menetapkan pembangunan jembatan darurat sebagai prioritas utama.
“Jembatan adalah urat nadi ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah harus hadir sekarang, bukan setelah ada korban,” pungkasnya.[am]
