Aceh Utara – Pascabanjir dan longsor sungai yang melanda 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, upaya pembersihan permukiman penduduk hingga kini masih terus berlangsung. Fokus utama kegiatan saat ini adalah membersihkan lumpur, puing-puing, material kayu, serta sampah yang terbawa arus banjir dan menutup jalan serta lingkungan permukiman warga.
Anggota Baitul Mal Aceh Utara, Kariman,SE, mengatakan pembersihan pascabanjir menjadi langkah penting untuk memulihkan aktivitas masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, relawan, serta partisipasi aktif warga setempat.
“Pembersihan permukiman pascabanjir terus dilakukan di berbagai kecamatan terdampak. Kondisi di lapangan masih cukup berat karena banyak jalan dan lingkungan warga dipenuhi lumpur serta material sisa banjir,” ujar Paiman, Jumat, (19/12/2025).
Selain pembersihan, perhatian juga difokuskan pada warga yang terdampak paling parah, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Baitul Mal Aceh Utara turut mengambil peran dalam membantu masyarakat sesuai dengan kewenangan dan program yang dimiliki.
Pemerintah daerah berharap proses pembersihan dapat segera diselesaikan agar warga dapat kembali beraktivitas dan menempati rumah mereka dengan aman. Masyarakat juga diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.[wir]
Tags:
Daerah

