Di era digital ini, perpustakaan sering kali dipandang sebagai tempat yang sunyi dan hanya digunakan untuk membaca buku atau membuat tugas. Tapi, sebenarnya perpustakaan memiliki peran yang jauh lebih luas dan penting dalam masyarakat.
Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi juga pusat informasi, pembelajaran seumur hidup, dan inklusi sosial. Mereka menyediakan akses ke berbagai sumber daya, termasuk e-book, jurnal online, dan basis data ilmiah. Selain itu, perpustakaan juga menjadi ruang publik yang dinamis dan inklusif, menawarkan program-program seperti pelatihan komputer, lokakarya penulisan kreatif, dan diskusi buku.
Perpustakaan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat. Mereka menyediakan akses ke informasi yang relevan dan membantu masyarakat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di era informasi ini.
Tantangan dan Kunci Keberhasilan
Transformasi ini tentu menghadapi tantangan, seperti pemenuhan kebutuhan anggaran untuk pemeliharaan teknologi dan pelatihan staf. Tapi, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada inovasi program dan keterlibatan aktif pustakawan.
Pustakawan kini bukan sekadar penjaga buku, melainkan kurator informasi, fasilitator komunitas, dan pendidik digital. Mereka ingin anak-anak muda datang bukan karena terpaksa, tapi karena di sini mereka bisa bertemu, berkreasi, dan mengakses alat yang tidak mereka miliki di rumah.
Masa Depan yang Lebih Inklusif
Perpustakaan membuktikan bahwa mereka bukan peninggalan masa lalu, melainkan jangkar penting yang memastikan bahwa literasi dan pengetahuan tetap dapat diakses oleh semua orang, di mana pun mereka berada.[*]
Penulis Oleh : Alvie Zarkashi Almukaram | Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN AR-RANIRY
