Aceh Utara – Di tengah kepanikan dan keterpurukan akibat banjir besar yang melanda Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir, aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh Anggota DPRK Aceh Utara, Abdullah M. Amin atau yang akrab disapa Tgk. Meulaboh. Meski keluarganya sendiri turut terdampak banjir, ia tetap turun langsung membantu ribuan warga di Kecamatan Seuneudon dan sekitarnya.
Tidak sekadar hadir, Tgk. Meulaboh juga menggunakan dana pribadi untuk menyalurkan bantuan masa panik berupa paket sembako. Bantuan tersebut didistribusikan langsung dari rumah ke rumah, ke posko-posko pengungsian, hingga ke desa-desa terpencil yang sempat terisolasi akibat banjir.
Banjir kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan warga terpaksa mengungsi, puluhan desa terendam, serta akses jalan terputus akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi.
“Kami tidak bisa tinggal diam. Warga sedang dalam kesulitan. Ini bukan hanya tugas sebagai anggota dewan, tetapi juga panggilan kemanusiaan,” ujar Tgk. Meulaboh saat dihubungi, Minggu (7/12/2025).
Ia mengungkapkan telah menyambangi puluhan desa di kawasan Seuneudon untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan. Sebagian besar bantuan berasal dari dana pribadinya. Selain itu, terdapat pula dukungan dari Anggota DPRA, Tgk. Muharruddin, serta sejumlah pihak lain yang mempercayakan penyaluran bantuan kepadanya.
“Walaupun tidak seberapa, alhamdulillah hampir semua warga terdampak sudah menerima bantuan sembako. Setidaknya bisa membantu mereka bertahan di masa sulit ini,” katanya.
Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu, terlebih bantuan diberikan saat kondisi dapur warga belum berfungsi normal dan distribusi bantuan pemerintah belum sepenuhnya merata.
Selain kebutuhan pokok, saat ini Tgk. Meulaboh juga terus menggalang bantuan lanjutan berupa obat-obatan dan layanan kesehatan bagi warga yang masih berada di pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah dalam kondisi terbatas.
Ia berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat mempercepat penanganan banjir serta pemulihan fasilitas umum.
“Ini musibah kita bersama. Kita harus saling membantu. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita semua,” tutupnya.
Aksi nyata tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian sosial tidak berhenti pada retorika, melainkan diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat yang tengah tertimpa musibah.[Alma]
