Aceh Utara — Pengungsi banjir di Kabupaten Aceh Utara masih hidup tanpa aliran listrik hingga 38 hari setelah bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini membuat warga harus bertahan dalam keterbatasan, terutama pada malam hari.
Dikutip pada Kompas.com, Sabtu (3/1/2026), sejumlah pengungsi mengaku kesulitan beraktivitas karena tidak adanya penerangan. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, ketiadaan listrik juga menyulitkan akses informasi dan meningkatkan rasa tidak aman di lokasi pengungsian.
Dalam laporan tersebut disebutkan, banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 merusak jaringan listrik di beberapa desa. Hingga awal Januari 2026, pemulihan belum sepenuhnya rampung akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Kompas.com juga melaporkan bahwa sebagian warga terpaksa mengandalkan lampu minyak dan genset dengan kapasitas terbatas. Di sisi lain, para pengungsi masih menghadapi keterbatasan air bersih dan logistik.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mempercepat pemulihan jaringan listrik agar kehidupan masyarakat terdampak banjir dapat kembali berjalan normal.[*]
