‎Berjuang Cari Sinyal, Dua Sekolah Negeri Aceh Utara Menanti Internet Telkom



Aceh Utara – Kebutuhan akses internet untuk mendukung kegiatan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara hingga kini masih menjadi kendala serius. Kondisi tersebut dialami dua sekolah negeri di Kecamatan Kuta Makmur, yakni MTsN 6 Aceh Utara dan MAS Kuta Makmur, yang belum menikmati layanan jaringan internet dari PT Telkom, meskipun lokasinya berada tidak jauh dari Kantor Camat Kuta Makmur.

‎Ketiadaan jaringan internet dinilai sangat menghambat aktivitas sekolah. Saat ini, hampir seluruh layanan administrasi dan pembelajaran berbasis digital, mulai dari penginputan data pendidikan, pelaporan melalui aplikasi resmi, hingga akses materi belajar daring, membutuhkan koneksi internet yang stabil dan terjangkau.
‎Kepala MTsN 6 Aceh Utara, M. Sufyan, S.Pd.I, M.Kom.I, mengungkapkan pihak sekolah kerap menerima keluhan dari operator sekolah yang kesulitan mengakses internet untuk keperluan administrasi maupun layanan pendidikan lainnya. Selama ini, sekolah terpaksa mengandalkan jaringan seluler yang tidak stabil dengan biaya relatif mahal.
‎“Setiap hari kami harus mencari sinyal untuk menginput data dan membuka aplikasi pendidikan. Ini sangat menyulitkan, padahal sekolah berada di pusat kecamatan,” ujar salah seorang operator sekolah, Senin (12/1/2026).
‎Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas terkait serta PT Telkom dapat segera turun tangan memberikan solusi nyata. Kehadiran jaringan internet dinilai sangat mendesak demi meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang cepat, efisien, dan merata.
‎Selain untuk kebutuhan sekolah, keberadaan jaringan Telkom juga dinilai akan memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar. Sejumlah gampong di Kecamatan Kuta Makmur, seperti Gampong Lhok Jok, Alue Rambee, dan Seuneubok Drien, selama ini juga masih mengalami keterbatasan akses internet.
‎Minimnya infrastruktur digital di kawasan yang tergolong strategis ini memunculkan pertanyaan publik terkait pemerataan pembangunan jaringan telekomunikasi.
‎Diharapkan persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak terus menghambat kemajuan pendidikan dan pelayanan masyarakat di Aceh Utara.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama