Medan — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan pentingnya kerja kolaboratif yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya di Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (2/1/2026).
Menurut Bobby, kolaborasi tidak cukup dimaknai sekadar bekerja bersama, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat maksimal yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menilai tahun 2026 akan dihadapkan pada banyak pekerjaan rumah, termasuk penyelesaian berbagai persoalan pascabencana.
“Tahun 2026 banyak PR yang harus kita selesaikan, termasuk penyelesaian pascabencana. Saya minta kolaborasi itu dimaknai sebagai kecepatan dan ketepatan,” ujar Bobby.
Ia juga menyoroti pelaksanaan tender program pemerintah yang kerap memakan waktu lama. Bobby meminta agar proses tender dibatasi agar pelaksanaan program tidak terhambat, terutama yang berisiko terganggu musim hujan.
“Maksimal lima atau enam bulan. Kalau mulai kerja bulan delapan atau sembilan sudah masuk musim hujan, tidak akan selesai. Kalau bulan lima atau enam belum tender, kasih bintang saja langsung, karena bisa tidak selesai atau hasilnya buruk,” tegasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Armand Effendy Pohan, Asisten Administrasi Umum M. Suib, serta seluruh kepala OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.[*]
