PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memandang prospek kinerja pada 2026 tetap cerah, seiring harga emas global yang diperkirakan bertahan tinggi dan stabil.
Direktur Investor Relation HRTA, Thendra Crisnanda, mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit dengan profitabilitas yang tetap terjaga. Kinerja laba akan didorong oleh pengendalian biaya serta peningkatan porsi produk bernilai tambah, khususnya emas batangan dan produk investasi.
“Dengan asumsi harga emas tetap kondusif, kami melihat peluang pertumbuhan yang solid pada 2026,” ujar Thendra seperti yang dilansir pada Kontan, Senin (12/1/2026).
Harga emas yang kuat turut mendorong permintaan, terutama untuk emas batangan, baik dari investor ritel maupun institusi. Selain itu, terjadi pergeseran minat konsumen dari perhiasan konsumtif ke produk emas bernilai investasi.
Pada 2026, HRTA menargetkan peningkatan volume produksi emas batangan dan produk hilir, seiring penguatan jaringan distribusi dan ekspansi gerai ritel hingga mencapai 100 toko. Saat ini, kapasitas produksi perusahaan mencapai 60 ton per tahun dan dinilai masih memadai.
Manajemen menegaskan belum ada revisi target yang signifikan, namun tetap membuka ruang penyesuaian jika permintaan pasar tumbuh lebih cepat dari perkiraan.[*]
