Sabang – Imam muda Tgk. Muchtar Andhika mengisi khutbah Jumat di Masjid Babul Amal, Gampong Krueng Raya, Kota Sabang, Jumat (2/1/2026). Dalam khutbahnya, ia mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga kebersihan hati agar tidak rusak, karena hati yang sehat menjadi kunci ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.
Menurut Tgk. Muchtar, hati yang bersih akan melahirkan kepekaan spiritual, memudahkan seseorang dalam beribadah, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Sebaliknya, hati yang rusak akan menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebaikan.
“Manusia harus senantiasa menjaga kondisi hati agar tidak rusak. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih mudah beribadah dan peduli terhadap orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, Tgk. Muchtar mengutip penjelasan Imam Hasan al-Bashri yang termuat dalam kitab Munabbihât ‘ala Isti‘dâdi li Yaumil Mî‘âd karya Ibnu Hajar al-Asqalani. Ia menyebutkan enam hal yang dapat merusak hati manusia.
Pertama, melakukan dosa dengan harapan sempat bertobat. Sikap ini dinilainya sebagai bentuk kesombongan karena merasa pasti diberi kesempatan tanpa upaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri. Kedua, menuntut ilmu tetapi tidak mengamalkannya. Ilmu tanpa amal, katanya, ibarat pohon tanpa buah.
Ketiga, beramal tanpa keikhlasan. Amal kebaikan yang tidak dilandasi ketulusan berpotensi kehilangan nilai di sisi Allah SWT. Keempat, menikmati rezeki Allah tanpa rasa syukur yang diwujudkan dalam perbuatan yang diridai-Nya.
Kelima, tidak rida terhadap pembagian rezeki dari Allah. Orang yang terus mengeluh dan merasa kurang disebutnya belum memahami hikmah ketentuan Ilahi. Keenam, menguburkan orang meninggal tanpa mengambil pelajaran dari kematian, padahal kematian adalah pengingat nyata bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
“Dengan memahami enam hal yang dapat merusak hati, kita diharapkan mampu menghindarinya agar menjadi pribadi yang taat, peka, dan peduli terhadap sesama,” pungkas Tgk. Muchtar.[*]
