Bireuen — Bantuan mesin air darurat berbasis ultrafiltrasi dan reverse osmosis (RO) yang bersifat portable berhasil disalurkan kepada masyarakat di Peusangan Siblah Krueng, Desa Pante Baro Glee Siblah, Kabupaten Bireuen, Sabtu (10/1/2026).
Mesin air darurat ini memiliki keunggulan mudah dipindahkan karena dapat dibawa menggunakan mobil ke lokasi lain yang membutuhkan. Alat tersebut memiliki dua fungsi utama, yakni menghasilkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak serta air yang layak untuk diminum.
Dokter T. Yusrizal Sp.JP(K) yang bertugas di RSUD dr Fauziah Bireuen menyampaikan bahwa bantuan mesin air ini berasal dari Donatur Solidaritas Alumni Dokter Jantung Surabaya (IAKAS) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Surabaya.
Penyaluran bantuan dipercayakan kepada Mata Garuda Aceh yang bekerja sama dengan sejumlah dosen, di antaranya Nanda Savira Ersa ST, MT dari Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh serta Heri Gustami, M.Kom dari Universitas Almuslim yang juga bertindak sebagai pelaksana lapangan.
Untuk sementara, hak pakai mesin air darurat tersebut dititipkan kepada pengelola di Peusangan Siblah Krueng, Desa Pante Baro Glee Siblah. Mesin ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih dan air minum, baik dari sumur pribadi maupun sumur bor yang kualitas airnya belum jernih.
Selain itu, tim penyalur juga menyiapkan program pembagian jerigen dan galon air yang akan dibagikan ke desa-desa sekitar, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan air bersih saat mesin portable tersebut beroperasi di wilayah mereka.
Sementara itu, Koordinator Penyaluran Bantuan MG LPDP Aceh, Ajmir Akmal, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih, khususnya di wilayah yang terdampak keterbatasan sumber air layak konsumsi.[wir]
