Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.819 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global

Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Dikutip pada Bisnis.com, berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,13% ke level Rp16.819 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar AS yang naik 0,08% ke posisi 99,01.

Bisnis.com melaporkan, tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang melemah 0,39%, dolar Singapura terkoreksi 0,14%, won Korea Selatan turun 0,47%, sementara ringgit Malaysia dan rupee India masing-masing melemah 0,27% dan 0,20%. Adapun yuan China dan baht Thailand justru mencatat penguatan tipis.

Pada awal perdagangan, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, rupiah dibuka melemah 0,18% ke posisi Rp16.829 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya, Kamis (8/1/2026), ditutup melemah 0,11% ke level Rp16.798 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan mata uang Ibrahim Assuaibi, seperti diberitakan Bisnis.com, menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Perbedaan pandangan di internal The Federal Reserve memunculkan spekulasi pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga lanjutan tahun ini.

Selain faktor moneter, Bisnis.com mencatat pasar keuangan global juga dibayangi eskalasi konflik geopolitik, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela, serta penantian investor terhadap rilis data penggajian non-pertanian AS yang dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Dari sisi domestik, menurut Bisnis.com, pelaku pasar turut mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. Sejumlah lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan berada di kisaran 5%, sementara pemerintah optimistis ekonomi nasional mampu tumbuh hingga 6%.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama