Tak Surut Diterpa Banjir, Santri Dayah Al-Qadri Aceh Utara Tetap Semangat Menuntut Ilmu



Aceh Utara — Semangat belajar para santri Dayah/Pesantren Al-Qadri, Gampong Peunayan, Kabupaten Aceh Utara, tidak surut meski wilayah mereka dilanda banjir bandang. Pasca musibah banjir yang terjadi pada 26–28 November 2025, sebanyak 198 santri telah kembali ke pemondokan dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji serta kajian kitab kuning.

Di tengah aktivitas belajar tersebut, duka masih menyelimuti keluarga besar dayah. Salah satu santri, Zahratul Rahmadani (16), menjadi korban terdampak banjir hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh pada 2025 lalu.

Pimpinan Dayah Al-Qadri, Tgk. H. Sayed Abdul Muthaleb, menyampaikan bahwa seluruh santri yang telah kembali kini mengikuti proses belajar mengajar secara rutin. Ia juga mengungkapkan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sudah mulai dilaksanakan di dayah.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu pengadaan kitab dan perlengkapan belajar santri yang hanyut terbawa arus banjir. Dukungan tersebut sangat berarti untuk menumbuhkan semangat para santri yang tetap mondok meski kehilangan seorang teman akibat musibah,” ujar Tgk. H. Sayed Abdul Muthaleb.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Santri, Sazali, mengatakan bahwa proses belajar mengajar di dayah-dayah di Aceh Utara secara bertahap telah kembali berjalan sekitar 45 hari pascabanjir. Dari total 268 dayah, sebanyak 202 dayah telah aktif, sementara sisanya masih dalam tahap pembersihan dan persiapan penerimaan santri.

“Kami menargetkan seluruh dayah di Kabupaten Aceh Utara dapat kembali aktif seperti sediakala. Semangat menuntut ilmu harus menjadi kekuatan untuk bangkit dari musibah, agar Aceh Utara benar-benar bangkit,” tutup Sazali.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama