Kadisdik Aceh Kunjungi SMAN 1 Gunung Meriah, Tekankan Pendidikan Harus Bangkit Meski Dihantam Bencana


Gunung Meriah – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Gunung Meriah pada Rabu (4/3/2026). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh para siswa dan dewan guru yang penuh semangat mengikuti pertemuan di aula sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Murthalamuddin didampingi Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Syarwan Joni, Kacabdisdik Aceh Singkil Handoko, Kacabdisdik Kota Subulussalam Antoni Boruntu, serta tim humas Dinas Pendidikan Aceh.

Dalam pertemuan bersama para guru, Murthalamuddin menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh sebelumnya telah menyiapkan sejumlah sekolah, termasuk SMAN 1 Gunung Meriah, sebagai kandidat sekolah unggul berasrama atau boarding school. Namun rencana tersebut sempat tertunda akibat bencana banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 sehingga sebagian anggaran dialihkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Semua persyaratan sebenarnya sudah kita siapkan. Namun bencana membuat pemerintah harus memprioritaskan pemulihan terlebih dahulu. Meski begitu, pendidikan tidak boleh berhenti,” ujar Murthalamuddin.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban. Oleh karena itu, para guru dituntut terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pendidikan harus mampu membangun tiga aspek utama pada peserta didik, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiga aspek tersebut harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlak.

Murthalamuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme di lingkungan pendidikan. Ia mendorong sekolah untuk lebih aktif mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan kompetisi, seperti lomba debat bahasa Inggris, bahasa Indonesia, serta berbagai ajang akademik lainnya.

“Sekolah perlu membuka lebih banyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjalankan visi dan misi Pemerintah Aceh dengan memberikan pelayanan pendidikan secara tulus dan penuh tanggung jawab.

Kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Aceh. Di tengah keterbatasan anggaran dan dampak bencana, semangat untuk membangun pendidikan yang berkualitas di Tanah Rencong harus tetap terjaga.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama