Sumatra Utara – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut–NAD menggelar diskusi kebangsaan bertema “Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif”, Sabtu (7/3).
Kegiatan yang diikuti puluhan kader PMKRI tersebut bertujuan memperkuat komitmen organisasi dalam meneguhkan semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut–NAD, Sintong Sinaga, mengatakan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang dan berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong harus terus ditanamkan agar masyarakat tetap memiliki kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa.
“Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis terhadap persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konstruktif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sintong juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, termasuk mahasiswa,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti situasi geopolitik dunia yang tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia mengingatkan agar masyarakat menyikapi isu tersebut secara bijak dan tidak memicu konflik berbasis agama di Indonesia.
“Perang yang terjadi saat ini bukan konflik agama, melainkan konflik kemanusiaan. Kita harus bersama-sama mengedukasi masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persatuan bangsa,” tutupnya.[*]
