Aceh Utara – Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya menyatakan kesiapannya menjalankan amanah sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudra Pase. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Pon Yaya juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua KPA Pusat sekaligus Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang dikenal dengan sapaan Mualem, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mualem selaku Ketua KPA Pusat atas kepercayaan ini. Terima kasih juga kepada seluruh anggota KPA Wilayah Samudra Pase yang selama ini menjaga kebersamaan dan soliditas organisasi,” ujar Pon Yaya, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, amanah tersebut akan dijalankan dengan menjaga kekompakan serta melanjutkan kerja-kerja organisasi yang telah dibangun sebelumnya. Ia juga mengajak seluruh jajaran KPA di wilayah Samudra Pase untuk tetap kompak dan memperkuat peran organisasi dalam menjaga perdamaian di Aceh.
“Yang terpenting adalah menjaga kekompakan dan melanjutkan kerja organisasi sebagaimana yang telah dirintis para pendahulu,” katanya.
Wilayah Samudra Pase sebelumnya pernah dipimpin sejumlah tokoh penting Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di antaranya Yusuf Ali, Muzakir Manaf (Mualem), Sofyan Dawood, Tgk Zulkarnaini atau Tgk Ni, serta Abu Bakar A Latif atau Abu Len.
“Alhamdulillah saat ini saya mendapatkan amanah untuk melanjutkan perjuangan dengan memimpin Wilayah Samudra Pase,” ujar Pon Yaya.
Sebelumnya, Mualem menunjuk Pon Yaya sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase melalui surat keputusan atau surat angkée yang diserahkan langsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (6/3/2026). Penunjukan tersebut tertuang dalam surat bernomor 04/KPA/III/2026 yang ditandatangani oleh Mualem.
Pon Yaya merupakan mantan pejuang GAM di wilayah Samudra Pase dengan sandi Tanggy Buloh. Ia pernah memegang sejumlah jabatan penting di tubuh GAM, di antaranya Komandan Pasukan Rimueng Tapa, Komandan Kompi A 0015 Daerah II Wilayah Samudra Pase, Panglima Sagoe Tgk Syik di Buloh, serta Komandan Operasi Daerah II Tgk Syik di Cot Plieng Wilayah Samudra Pase.
Setelah penandatanganan MoU Helsinki, Pon Yaya aktif dalam struktur KPA. Saat ini ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh daerah pemilihan Aceh Utara–Lhokseumawe periode 2024–2029.
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRA periode 2022–2023, dipercaya sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh masa bakti 2025–2029, serta menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Aceh.[*]
