Aceh Utara – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjanjikan revitalisasi lahan pertanian yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Komitmen tersebut disampaikan setelah menerima laporan langsung dari Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, dalam pertemuan virtual melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026).
Pertemuan tersebut diikuti sejumlah pejabat dari pemerintah pusat dan daerah. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Maruli Simanjuntak bersama rombongan Mabes TNI AD, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Asisten III Administrasi Umum dan Kepegawaian Aceh Dr. Ali Murtala, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri Ali Imran, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arh. Jamal Dani Arifin, serta Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, MH.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menyampaikan kondisi masyarakat pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara. Selain persoalan pengungsi, Ayah Wa juga melaporkan kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas perekonomian dan mobilitas warga.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, kepada awak media, Selasa (10/3/2026), membenarkan bahwa Bupati Aceh Utara telah menyampaikan laporan tersebut secara langsung kepada Presiden.
“Iya benar, Bupati Aceh Utara Ayah Wa sudah menyampaikan langsung laporan kepada Presiden Prabowo terkait kondisi pengungsi, kebutuhan perbaikan jalan dan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat, serta persoalan ketahanan pangan di Aceh Utara,” ujar Muntasir.
Menurutnya, salah satu persoalan paling mendesak adalah kerusakan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Aceh Utara. Akibat banjir, sekitar 18.000 hektare lahan sawah dan tambak saat ini masih tertimbun lumpur sehingga belum dapat difungsikan kembali oleh para petani.
“Revitalisasi lahan sawah dan tambak ini sangat penting karena sektor tersebut merupakan mata pencaharian utama masyarakat Aceh Utara. Hingga saat ini sebagian besar lahan masih tertimbun lumpur dan belum bisa kembali digarap,” jelasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah pusat telah menerima laporan lengkap dari Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dalam pertemuan itu, Presiden juga didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menjadikan revitalisasi sektor pertanian dan pangan di Aceh Utara sebagai prioritas utama dalam upaya pemulihan pascabencana.
Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan sehingga lahan pertanian yang terdampak banjir dapat kembali produktif dan mampu menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Utara.[*]
