Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk melalui kebijakan strategis di sektor pendidikan.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah konkret, salah satunya relaksasi kebijakan untuk program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Dilansir dari KOMPAS.com, Kamis (30/4/2026), Wamenag menyebutkan bahwa kebijakan tersebut saat ini sudah dalam tahap finalisasi. “Dalam waktu dekat, kami merencanakan adanya relaksasi kebijakan terkait program PPG. Saat ini, surat keputusannya sudah disiapkan dan jika segera ditandatangani, maka program PPG tahun 2026 dapat kembali kita laksanakan,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag juga memastikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN lulusan 2025 yang telah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) telah terealisasi sepenuhnya secara nasional. Pendanaan tersebut menggunakan anggaran yang tersedia di masing-masing daerah.
Untuk menjaga ketepatan sasaran program, Kemenag terus melakukan validasi dan pemutakhiran data secara berkala. Menurut Wamenag, langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan guru dimulai dari akurasi data.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kemenag telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2026 tentang kewajiban satu pintu data. Kebijakan ini bertujuan menyederhanakan sistem informasi yang sebelumnya tersebar di ribuan aplikasi.
“Dulu kita memiliki lebih dari 2.600 aplikasi. Saat ini, kita sedang berproses memangkasnya menjadi hanya 20 aplikasi utama,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari KOMPAS.com.
Dengan sistem data yang lebih terintegrasi, Kemenag optimistis kebijakan anggaran dan distribusi kesejahteraan guru dapat lebih tepat sasaran, termasuk untuk madrasah dan pesantren.
Di tengah keterbatasan anggaran, Wamenag menegaskan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas. “Konsistensi Kementerian Agama dalam mempertimbangkan kesejahteraan guru tidak pernah menurun. Kami terus mencari solusi terbaik agar harapan ini dapat segera terwujud,” pungkasnya.[*]
