Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama CBM Global dan YAKKUM Emergency Unit (YEU) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor. Sebanyak 330 Kepala Keluarga (KK) menerima Bantuan Non Tunai Multiguna atau Multi-Purpose Cash Assistance (MPCA) dan 110 penyandang disabilitas menerima Bantuan Tambahan (Disability Top-Up) dalam kegiatan distribusi yang dilaksanakan di Gampong Glumpang Samlakoe, Kecamatan Baktiya, pada Senin (4/5).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara, bersama CBM Global dan YEU, sebagai bagian dari respons kemanusiaan yang telah berlangsung sejak 8 Desember 2025 hingga 31 Mei 2026.
Distribusi bantuan dilakukan secara terorganisir dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas, khususnya dalam memastikan akses yang setara bagi penyandang disabilitas. Proses penyaluran juga didukung oleh koordinasi lintas pemangku kepentingan serta pengaturan teknis yang mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat.
Perwakilan YEU (Jonny) menyampaikan bahwa bantuan ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus memperkuat daya pulih masyarakat terdampak. “Kami memastikan bahwa bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga inklusif dan mempertimbangkan kebutuhan spesifik kelompokberisiko, khususnya penyandang disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam hal ini Kepala Dinas Sosial P3A, Fakruradhi,SH.,MH yang diwakili oleh Kabag Rehabilitasi Sosial menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya penanganan dampak bencana. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat
Masyarakat Desa Glumpang Samlakoe merasa bahwa bantuan ini memberikan manfaat yang baik, karena belum pernah menerima bantuan serupa. Salah satu penerima bantuan,
Muhammad (46) mengucapkan “Alhamdulillah dengan adanya uang ini, kami merasa senang dan sangat membantu kebutuhan keluarga”. Selain itu, penerima bantuan disabilitas yang menerima top up atau tambahan juga merasa sangat terbantu karena ada tambahan yang akan dipakai untuk membeli kebutuhan obat-obatan yang diperlukan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program respons bencana yang telah dilaksanakan oleh CBM Global dan YEU di Kabupaten Aceh Utara. Sebelumnya, program ini telah memberikan layanan kesehatan dan dukungan psikososial kepada 2.016 masyarakat terdampak di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Baktiya, menyalurkan bantuan nontunai kepada 968 KK, serta bantuan tambahan kepada 171 penyandang disabilitas.
Selain itu, dukungan juga diberikan melalui penyediaan alat bantu bagi 143 penyandang disabilitas yang tersebar di lima desa, yaitu Desa Matang Serdang dan Pucok Alue di Kecamatan Tanah Jambo Aye, serta Desa Alue Geudong, Pulo Seuke, dan Matang Keulayu di Kecamatan Baktiya.
Selain intervensi langsung kepada masyarakat terdampak, respons kemanusiaan turut mendukung penguatan kapasitas melalui pembangunan kepedulian dan sensitivitas terhadap inklusi disabilitas bagi aktor kemanusiaan yang terlibat dalam respons bencana di Kabupaten Aceh Utara. Upaya ini diperkuat melalui aktivasi Subklaster LDR (Lansia, Disabilitas dan Kelompok Rentan lainnya) di tingkat kabupaten sebagai platform koordinasi lintas sektor untuk memastikan integrasi isu disabilitas dalam setiap tahapan respons. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai forum koordinasi, pelatihan, dan pendampingan teknis, guna memastikan bahwa seluruh proses—mulai dari perencanaan hingga distribusi bantuan—menerapkan prinsip inklusif dan mampu menjangkau kelompok berisiko secara adil dan bermartabat.
Melalui rangkaian intervensi ini, para pihak berharap dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.[wir]