Manila – Dewan Perwakilan Rakyat Filipina resmi menyetujui pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte melalui voting parlemen yang digelar pada 11 Mei 2026.
Dilansir dari Reuters, keputusan DPR Filipina tersebut membuat nasib politik Sara Duterte kini akan ditentukan oleh Senat Filipina melalui sidang pemakzulan.
Jika dinyatakan bersalah dalam sidang Senat, Sara Duterte terancam dicopot dari jabatan wakil presiden dan kehilangan hak menduduki jabatan publik di Filipina.
Reuters melaporkan, Sara Duterte menghadapi sejumlah tuduhan, mulai dari dugaan penyalahgunaan dana publik, korupsi, hingga ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya.
Meski demikian, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Dalam voting parlemen, lebih dari 250 anggota DPR Filipina dilaporkan mendukung proses pemakzulan terhadap Sara Duterte.
Setelah keputusan DPR tersebut, Senat Filipina akan bertindak sebagai pengadilan pemakzulan untuk menentukan apakah Sara Duterte tetap menjabat atau dicopot secara permanen dari posisi Wakil Presiden Filipina.[*]
