Lhokseumawe – Pengusaha Zaira plastik di Kota Lhokseumawe, Mirza, mengungkapkan adanya penurunan omzet penjualan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dipicu melemahnya daya beli masyarakat serta terbatasnya pasokan bahan baku dari pabrik.
Menurutnya, saat ini para pedagang kecil dan pelaku usaha home industri hanya membeli plastik atau kemasan sesuai kebutuhan harian, tidak lagi dalam jumlah besar seperti sebelumnya.
“Omzet sudah jelas turun karena daya beli masyarakat juga turun. Pedagang kecil sekarang belanja hanya sesuai kebutuhan per hari,” kata Mirza, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi pasokan di toko juga mulai terganggu. Sejumlah barang mengalami kekosongan atau out of stock (OOS) karena keterbatasan bahan baku di tingkat pabrik.
Dari sisi pelaku usaha, lanjutnya, para pemilik toko plastik juga tidak berani menyetok barang dalam jumlah besar karena khawatir harga bisa turun secara tiba-tiba, yang berisiko merugikan usaha.
“Banyak jenis plastik atau kemasan yang sulit didapat, seperti toples, thinwall, dan botol plastik. Jadi kami juga tidak berani stok banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan pendapatan usaha karena perputaran barang menjadi lebih lambat dibandingkan sebelumnya.
“Karena stok terbatas dan pembelian juga turun, otomatis omzet ikut menurun,” pungkasnya. [wir]
