Ribuan Pohon Pinang Mati, Petani Paya Rabo Lhok Aceh Utara Terpuruk Usai Banjir Bandang

Aceh Utara – Tujuh bulan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Utara pada November 2025, warga Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, masih berjuang memulihkan kehidupan. Selain kehilangan rumah, ribuan pohon pinang yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat turut mati diterjang banjir.

Bencana yang melanda pada akhir November 2025 itu meninggalkan kerusakan parah di Desa Paya Rabo Lhok. Ratusan rumah hanyut, tertimbun lumpur, bahkan bergeser hingga sekitar 15 meter dari lokasi semula akibat derasnya arus banjir.

Tak hanya merusak permukiman, banjir bandang juga menghancurkan kebun pinang milik warga. Pohon-pohon pinang yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat tumbang dan mati karena tidak mampu bertahan dari derasnya arus serta timbunan lumpur.

"Selain rumah hilang, kebun pinang yang kami rawat bertahun-tahun hancur. Sekarang kami tidak punya penghasilan," ujar seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas pinang, Senin (6/7/2026).

Kondisi tersebut membuat perekonomian warga semakin terpuruk. Pasalnya, pohon pinang membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun hingga kembali berbuah setelah ditanam, sehingga pemulihan ekonomi masyarakat diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang.

Pada saat bencana terjadi, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan Status Siaga Darurat melalui Keputusan Bupati Nomor 360/845/2025 yang berlaku sejak 23 November 2025 hingga 15 Januari 2026.

Meski demikian, warga mengaku bantuan untuk memulihkan sektor ekonomi, khususnya perkebunan pinang, masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak

Hingga kini, proses pemulihan permukiman dan mata pencaharian warga masih berlangsung secara bertahap. Masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam membantu rehabilitasi kebun pinang yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila muncul tanda-tanda bahaya serta mengikuti arahan petugas demi mengurangi risiko bencana susulan. [SB]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama