Banjir Besar Lumpuhkan Aceh Utara: 119 Ribu Warga Terdampak, 78 Meningga

Aceh Utara — Bencana banjir yang melanda Aceh Utara sejak 22 hingga 30 November 2025 menyebabkan kerusakan besar di hampir seluruh wilayah kabupaten. Hujan deras selama lima hari berturut-turut, kedangkalan sungai, serta jebolnya sejumlah tanggul di Krueng Pase (Samudera dan Nibong), Krueng Peutou (Lhoksukon), serta meluapnya Krueng Keureuto, Krueng Ajo, Krueng Nisam, Krueng Langkahan, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Sawang memicu banjir meluas.

Akibatnya, infrastruktur publik, pemukiman penduduk, fasilitas pendidikan, sawah, tambak, hingga pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi warga rusak diterjang banjir.

Kondisi Terkini

  • Listrik dan komunikasi di seluruh wilayah Aceh Utara masih blackout.
  • Akses transportasi di jalan lintas nasional Lhokseumawe–Panton Labu mulai membaik, namun masih ada genangan hingga 30 cm di Simpang Peureupuk, Matang Panyang, dan Matang Sijuek (Baktiya dan Baktiya Barat). Jalan kecamatan, desa, dan pemukiman masih terendam air serta lumpur.
  • Distribusi logistik sudah dilakukan ke kecamatan dan seluruh titik pengungsian.
  • Status Tanggap Darurat telah ditetapkan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), pada Selasa, 25 November 2025 di Lhoksukon.

Data Sementara BPBD Aceh Utara (30 November 2025, 18.00 WIB)

  • Warga terdampak: 119.830 jiwa (41.135 KK)
  • Pengungsi: 107.305 jiwa (32.547 KK)
  • Korban meninggal: 78 jiwa
  • Hilang: 51 jiwa
  • Titik pengungsian: 221 lokasi
  • Pengungsi prioritas:
    • Ibu hamil: 71 jiwa
    • Balita: 573 jiwa
    • Lansia: 582 jiwa
    • Disabilitas: 12 jiwa

Kerusakan Fasilitas dan Infrastruktur

  • Rumah rusak: berat 66 unit, sedang 67 unit, ringan 60 unit
  • Sawah terendam: 12.782 hektare
  • Tambak terendam: 10.653 hektare
  • Tanggul rusak: 57 titik
  • Jembatan rusak: 27 unit
  • Sekolah rusak: 101 unit
  • Box culvert pada ruas Paya Bakong–Pante Bahagia mengalami kerusakan

Wilayah Masih Terisolasi

Sejumlah kecamatan belum dapat dijangkau karena akses terputus dan wilayah masih terendam, yakni:
Langkahan, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Pirak Timu, Lapang, Samudera, Tanah Pasir, dan Sawang.

Kebutuhan Mendesak

  • Logistik bantuan untuk pengungsi dan warga terisolasi
  • Kebutuhan khusus perempuan, anak-anak, ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas
  • Transportasi air untuk penyaluran bantuan
  • Pemulihan komunikasi, listrik, dan air bersih
  • Alat berat untuk normalisasi sungai dan akses

Pemerintah Aceh Utara menegaskan bahwa data ini bersifat sementara dan dapat berubah mengingat kondisi lapangan sangat terbatas. Hampir 90 persen wilayah dari 27 kecamatan dan 852 desa mengalami lumpuh total. Pendataan juga terhambat karena jaringan komunikasi masih padam.

Laporan ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama