Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan sebanyak 112 anak di 26 provinsi terpapar radikalisme melalui gim online dan media sosial sepanjang 2025.
Kepala BNPT Komjen Pol (Purn.) Eddy Hartono mengatakan anak-anak tersebut terpapar konten radikal terorisme, rentan secara psikologis, dan sebagian terlibat sebagai lone actor tanpa bertemu langsung dengan perekrut.
“Anak-anak yang terpapar menjadi perhatian serius negara. BNPT terus memastikan upaya rehabilitasi, pendampingan psikososial, dan perlindungan hak anak berjalan optimal,” ujar Eddy, Seperti yang dilansir pada antara, Rabu (31/12/2025).
BNPT juga memperkuat strategi kontraradikalisasi melalui berbagai program pencegahan serta penguatan perlindungan ruang digital anak guna memutus penyebaran ideologi radikal terorisme.[*]
