Aceh Utara — Tim Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara bekerja sama dengan relawan Dompet Dhuafa Peduli Dayah terus melanjutkan kegiatan pembersihan lumpur dan sampah di sejumlah lembaga pendidikan dayah yang terdampak banjir.
Pada tahap kedua ini, pembersihan difokuskan di Dayah Babul Huda, Gampong Batu XII, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh Utara. Bupati menginstruksikan Dinas Pendidikan Dayah bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan membantu membersihkan lembaga pendidikan dan tempat ibadah yang terdampak banjir.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Tengku Muhammad Yunus, S.Hi, mengatakan kegiatan bersih-bersih ini melibatkan aparatur sipil negara dari Dinas Pendidikan Dayah, para relawan, serta pihak dayah setempat.
“Sebagaimana arahan Bupati Aceh Utara, kami terus melaksanakan kegiatan pembersihan ini. Fokus utama adalah membersihkan lumpur tebal, sampah, dan material lain yang terbawa banjir, baik di area dalam maupun sekitar dayah, agar proses pendidikan beut seumeubeut (mengaji) dapat kembali berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara, sebanyak 211 dayah di Aceh Utara terdampak banjir, dengan rincian 10 dayah rusak berat, 195 rusak sedang, dan 6 rusak ringan. Sementara itu, total jumlah dayah yang tercatat di Kabupaten Aceh Utara saat ini mencapai 286 dayah.
“Mengingat banyaknya dayah yang terdampak musibah, kami berkomitmen untuk segera memulihkan kondisi lembaga pendidikan dayah agar para santri dapat kembali belajar dengan nyaman. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari semua pihak guna mempercepat proses pembersihan dan pemulihan dayah-dayah yang terdampak banjir,” tambahnya.
