Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menunjukkan semangat kebangkitan pascabanjir dengan mengerahkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) dalam aksi gotong royong massal di Kecamatan Langkahan, wilayah yang menjadi salah satu titik terparah terdampak banjir. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026.
Gotong royong melibatkan ASN, PPPK, serta PPPK paruh waktu yang bertugas di kantor pemerintahan kecamatan, puskesmas, sekolah, hingga lembaga pendidikan dayah dan pesantren. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan lumpur dan sisa material banjir agar aktivitas pelayanan publik dan pendidikan dapat kembali berjalan normal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Muhammad Yunus, S.Hi, mengatakan aksi ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, untuk mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.
“Hari ini Tim Peduli Dayah bersama ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu melakukan pembersihan di Dayah Darul Aman, Gampong Tanjung Selatan, Kecamatan Langkahan. Ini bagian dari upaya mengaktifkan kembali lembaga pendidikan dayah yang terdampak banjir,” ujar Muhammad Yunus.
Ia mengungkapkan, hingga 6 Januari 2026 sebanyak 101 dayah telah kembali aktif dari total 211 dayah yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Namun, upaya pemulihan masih menghadapi kendala, terutama akibat tebalnya lumpur yang mengendap di lingkungan dayah.
“Untuk mempercepat pembersihan, kami sangat membutuhkan dukungan alat berat seperti beko. Lumpur yang menumpuk cukup tebal sehingga pembersihan manual membutuhkan waktu lebih lama,” jelasnya.
Selain pembersihan, Muhammad Yunus juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana bagi dayah dan pesantren yang hingga kini belum tersentuh bantuan. Kebutuhan mendesak meliputi kasur, selimut, lemari pakaian santri, serta perlengkapan belajar seperti Al-Qur’an, kitab, dan pesantren kit.
Dinas Pendidikan Dayah bersama relawan peduli dayah, lanjutnya, akan terus bergerak melakukan pembersihan di sejumlah pesantren dengan harapan seluruh dayah di Aceh Utara dapat segera kembali melaksanakan proses belajar mengajar secara normal.[*]
