Aceh Timur - Harapan baru menyapa anak-anak korban banjir di Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada 26 Desember 2025, dukungan datang dari jauh, yakni dari komunitas Indonesia yang bermukim di Australia.
Indonesian Community Council of New South Wales (ICC NSW) menyalurkan bantuan berupa ribuan tas sekolah dan perlengkapan alat tulis bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan belajar akibat banjir. Bantuan ini menjadi angin segar bagi para siswa yang sempat terhenti aktivitas belajarnya karena buku, tas, dan alat tulis mereka rusak terendam air.
Banjir yang dipicu curah hujan ekstrem dan luapan sungai itu merendam puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas pendidikan. Kondisi tersebut mendorong komunitas Indonesia di Australia untuk segera menggalang donasi, baik berupa dana maupun perlengkapan sekolah, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Proses pendistribusian bantuan berlangsung di halaman bangunan masyarakat Desa Seuneubok Saboh dan disambut antusias oleh puluhan anak-anak bersama orang tua mereka. Senyum ceria tampak menghiasi wajah para penerima manfaat saat satu per satu paket bantuan dibagikan. Beberapa anak bahkan langsung membuka tas yang diterima dan memeriksa alat tulis di dalamnya dengan penuh kegembiraan.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Setelah banjir, anak-anak kami kehilangan semua perlengkapan sekolah. Kami khawatir tidak mampu membeli yang baru, apalagi kondisi ekonomi pascabencana semakin sulit,” ujar Aminah, salah seorang warga setempat.
Perwakilan Indonesian Community Council of New South Wales, Alwi, yang juga pimpinan Alwy English Course Aceh Timur, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama anggota komunitas Indonesia di Australia dengan berbagai pihak yang peduli. “Penggalangan donasi kami lakukan hampir sebulan sejak kabar banjir di Aceh Timur sampai ke Australia. Bahkan warga lokal Australia juga turut membantu setelah melihat kondisi saudara-saudara kita di sini,” ujarnya, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menegaskan, bantuan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, tetapi juga sebagai dukungan moral agar mereka kembali bersemangat menjalani aktivitas belajar. “Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas Indonesia di luar negeri selalu hadir dan peduli. Kita satu bangsa dan harus saling membantu dalam kondisi apa pun,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Seuneubok Saboh, Keuchik Mukhtar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada komunitas Indonesia di New South Wales. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk memulihkan semangat belajar anak-anak pascabencana.
“Kami akan memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat. Kami juga berharap kerja sama dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin ke depannya,” tuturnya.
