Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa tidak sedikit anggota parlemen di Indonesia merupakan lulusan pendidikan kesetaraan Paket C. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Selasa, 21 Januari 2026.
“Paling banyak itu Paket C. Banyak anggota dewan yang juga lulusan Paket C,” ujar Abdul Mu’ti sebagaimana dikutip dari Tempo.co, Jumat (23/1/2026).
Mu’ti menegaskan, pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran penting dalam menekan angka putus sekolah di Indonesia. Menurutnya, tingginya angka tidak sekolah tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek kultural dan geografis, seperti pernikahan usia dini serta keterbatasan akses pendidikan di wilayah tertentu.
Lebih lanjut, Kemendikdasmen berencana memperluas layanan pendidikan nonformal melalui PKBM, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Fokus penguatan diarahkan pada program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, serta berbagai kursus keterampilan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Mu’ti mencontohkan hasil kunjungannya ke salah satu PKBM di Majalengka, Jawa Barat, yang memiliki lebih dari 300 peserta didik. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan peserta program Paket C. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan menjadi solusi realistis bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses sekolah formal.
Namun demikian, Mu’ti menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap pengelolaan PKBM, mengingat seluruh peserta program kesetaraan menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP). Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi penyimpangan administrasi maupun akademik.
“Kami pastikan tidak boleh ada yang lompat-lompat. Paket C lulus dulu, Paket B menyusul. Itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Mu’ti, dikutip dari Tempo.co.
Ia menegaskan, penguatan PKBM menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk menurunkan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan rata-rata lama belajar masyarakat Indonesia.[*]
