Menko Polkam Tinjau Awal Pembangunan 104 Rumah Korban Banjir di Lapang Aceh Utara



Aceh Utara – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (7/1/2026), guna meninjau sekaligus mengawali pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Dalam kunjungan itu, Menko Polkam didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Alibasyah, MM, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudha Fitri, pejabat BNPB, serta unsur Forkopimda Aceh. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, bersama Forkopimda Aceh Utara, termasuk Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dan tokoh ulama setempat Tgk H. Muzakir Abdullah (Waled Lapang).

Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan lokasi pembangunan Huntap di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Di atas lahan seluas lebih dari 2,2 hektare, pemerintah akan membangun sebanyak 104 unit rumah lengkap dengan fasilitas pendukung seperti musala, balai pertemuan, area parkir, dan pasar kampung.

Dalam paparannya, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil menyampaikan data terbaru dampak banjir bandang yang melanda daerahnya. Tercatat 230 orang meninggal dunia dan enam orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, sebanyak 2.127 orang mengalami luka-luka, dengan kelompok rentan terdampak meliputi 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, dan 513 penyandang disabilitas.

“Secara keseluruhan, jumlah korban terdampak mencapai 124.549 keluarga atau 433.064 jiwa. Sementara siswa terdampak sebanyak 74.383 orang dan guru 9.071 orang,” ungkap Ayahwa, sapaan akrab Bupati Aceh Utara.

Ia juga merinci kerusakan rumah akibat banjir, yakni 72.364 unit terendam, 3.506 unit hilang, 6.236 unit rusak berat, 16.325 unit rusak sedang, dan 20.280 unit rusak ringan. Selain itu, banjir turut merendam 14.506 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak, dengan 210 titik pengungsian masih aktif hingga kini.

Menurut Ayahwa, Kecamatan Lapang menjadi salah satu wilayah terparah, dengan tiga gampong—Kuala Cangkoy, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh—mengalami kerusakan berat. Bencana tersebut bahkan memunculkan sekitar 20 muara baru yang memotong kawasan permukiman warga.

“Banyak rumah roboh dan hanyut dibawa arus. Kami mohon pembangunan rumah ini dapat dipercepat, apalagi sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan,” pinta Ayahwa di hadapan Menko Polkam.

Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Utara juga menyampaikan permohonan khusus masyarakat terdampak agar Presiden RI Prabowo Subianto berkenan mengunjungi Aceh Utara. “Ini harapan besar masyarakat kami, Pak Menko,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan akan menyampaikan langsung permohonan itu kepada Presiden. Ia memastikan pembangunan Huntap di Kuala Cangkoy merupakan hunian tetap pertama yang dibangun pemerintah pascabencana banjir Aceh Utara.

“Kami targetkan rumah ini bisa ditempati menjelang Ramadhan, agar masyarakat bisa beribadah dengan lebih tenang karena sudah memiliki tempat tinggal yang layak,” kata Djamari.

Ia menjelaskan, setiap rumah dibangun di atas lahan berukuran 8 x 15 meter dengan bangunan seluas 6 x 6 meter, dilengkapi perabot dasar seperti tempat tidur, kursi tamu, dan meja makan. Seluruh lahan merupakan tanah bersertifikat milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Selain meninjau lokasi Huntap, Menko Polkam juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak korban banjir serta paket bantuan rumah yang diterima secara simbolis oleh Tgk Muhammad Hasan selaku Panglima Laot setempat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas perhatian Menko Polkam yang kembali mengunjungi Aceh pascabencana. Ia menyebutkan, banjir menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

“Rumah rusak di seluruh Aceh mencapai lebih dari 144 ribu unit. Kami juga berharap ada bantuan untuk renovasi masjid-masjid yang rusak, khususnya di Aceh Utara, agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman saat Ramadhan,” ujar Dek Fadh, sapaan akrab Wagub Aceh.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama