Jakarta – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengapresiasi kinerja Badan Karantina Indonesia (Barantin) di bawah kepemimpinan Sahat Manaor Panggabean dalam memperketat pengawasan dan penindakan komoditas pertanian ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.
Sekretaris Jenderal PP KAMMI, Syafrul Ardi, menilai Barantin telah menunjukkan kinerja yang konsisten dan terukur dalam menjalankan fungsi karantina, sekaligus melindungi kepentingan petani serta menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami mengapresiasi kinerja Barantin yang serius menjaga pintu masuk komoditas pertanian, sehingga kepentingan pertanian nasional dapat terlindungi,” ujar Syafrul, Selasa (21/1/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul kunjungan kerja Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean yang mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari penindakan pemasukan komoditas pertanian ilegal, khususnya beras yang masuk melalui jalur perairan Kepulauan Riau tanpa dilengkapi dokumen karantina resmi.
Dalam kegiatan tersebut, Barantin bersama Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meninjau langsung barang bukti hasil penindakan di Kantor Bea dan Cukai Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun. Peninjauan turut dihadiri Direktur Jenderal Bea dan Cukai Jaka Budi Utama.
Berdasarkan hasil penindakan terpadu lintas lembaga, aparat mengamankan sekitar 1.000 ton beras yang diduga masuk ke Indonesia secara ilegal. Selain beras, Barantin juga menahan sejumlah komoditas pertanian lainnya yang tidak memenuhi persyaratan karantina, seperti bawang merah, cabai kering, gula, dan bawang putih.
Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses hukum serta pendalaman lebih lanjut oleh aparat terkait.
Syafrul menegaskan, Barantin memiliki peran strategis dalam memastikan setiap komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kelayakan konsumsi. Ia juga mendorong penguatan fungsi pengawasan, terutama di wilayah perbatasan dan jalur rawan pemasukan ilegal.
“Penegakan karantina yang konsisten adalah bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Kinerja Barantin saat ini patut didukung dan diperkuat,” pungkasnya.[*]
