Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun 10 kampus baru bidang kedokteran dan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) serta membuka program pertukaran dosen dari Inggris dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia berstandar internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat bertemu dengan pimpinan dan profesor dari 24 universitas terkemuka Inggris dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, seperti yang dikutip pada antaranews.com, Kamis (22/1/2026), menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan Indonesia–Inggris ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan dan teknologi.
“Bapak Presiden ingin membuat sepuluh kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran. Kemudian di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM), itu nanti beliau akan buat di Indonesia,” kata Teddy.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan universitas ternama seperti University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, King’s College London, University of Edinburgh, London School of Economics, serta universitas unggulan lainnya yang tergabung dalam Russell Group.
Kerja sama ini mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pembangunan kampus berstandar dunia di Indonesia, serta pertukaran dosen dan profesor asing untuk mengajar di kampus STEM dan kedokteran.“Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,” ujar Teddy.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti masih terbatasnya jumlah tenaga medis di Indonesia. Saat ini, Indonesia hanya mampu meluluskan sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 140 ribu dokter.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru yang fokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, dan STEM. Seluruh kampus akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan menerima mahasiswa lulusan terbaik dengan beasiswa penuh dari pemerintah.
Mahasiswa juga akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum perkuliahan, dengan peluang kerja sama bersama British Council, termasuk penerapan standar IELTS.
Presiden Prabowo menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra Inggris. Ia optimistis kampus-kampus baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.
“Kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” kata Presiden. []
